SDU DAAR EL-DZIKIR

Sekolah Islami Yang Unggul Dalam Kualitas dan Berprestasi. Mewujudkan generasi Qur'ani yang sholih, cerdas mandiri.

http://4.bp.blogspot.com/-H74mDzrZXcE/Wb_aF2YvGwI/AAAAAAAACjc/2Nyh26ILtd0QAFGHXfVYTqAzrQR9ta_IwCK4BGAYYCw/s1600/ppdb%2B2018.jpg

Sabtu, 26 Desember 2015

DEKATKAN ANAK DENGAN AL-QUR'AN


Setiap orang tua pasti menginginkan buah hatinya menjadi anak yang soleh dan solehah. Anak soleh-solehah merupakan harta yang paling berharga bagi orangtua. Untuk mendapatkan semua itu, tentu harus ada perjuangan serta kesungguhan yang tinggi dari orangtua dalam mendidik anak. 

Salah satu kewajiban yang wajib diajarkan kepada anak adalah Al-Qur’an.

Mengapa…?? 

Kerana Al-Qur’an adalah pedoman hidup di dunia ini.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam
bersabda yang artinya: “Didiklah anak-anakmu tiga perkara: Mencintai Nabimu,
mencintai ahli baitnya, dan membaca Al-Qur’an.” 
(HR. Thabrany dari Ali bin Abi
Thalib radhiyallahu ‘anhu)

Lantas, kapan kita harus memulainya?

Tentu seawal mungkin. 
Semakin awal semakin baik.  Sangat bagus jika sejak dalam kandungan sehingga sudah terbiasa hidup dekat Al-Qur’an, yakni ketika ibu mengandung ia rajin membaca Al-Qur’an.

1. MENGENALKAN

Suatu hal yang sangat memprihatinkan adalah ketika orangtua tidak mengenalkan Al-Qur’an sedini mungkin. Mengenalkan Al-Qur’an bisa kita lakukan dengan mengenalkan huruf hijaiyah, sekedar memperlihatkannya sebelum anak mengenal A, B, C, D. Tempelkan gambar-gambar tersebut di tempat yang sering dilihat anak; lengkapi dengan gambar dan warna yang menarik. Dengan sering melihat, anak akan terpancing untuk bertanya lebih lanjut.  Saat itulah kita boleh memperkenalkan huruf-huruf al-Quran.

2. MEMPERDENGARKAN

Memperdengarkan ayat-ayat Al-Quran bisa dilakukan secara langsung atau dengan memainkan kaset atau CD. Kalau ada teori yang mengatakan bahwa mendengarkan muzik klasik pada janin dalam kandungan akan meningkatkan kecerdasan, insyaa Alloh memperdengarkan Al-Quran akan jauh lebih baik pengaruhnya bagi bayi. Apalagi jika ibunya yang membacanya sendiri. Ketika membaca al-Quran, suasana hati dan fikiran ibu akan menjadi lebih khusyuk dan tenang. Kondisi seperti ini akan sangat membantu perkembangan psikologi janin yang ada dalam kandungan. 
Memperdengarkan Al-Quran boleh dilakukan tidak mengenal batas usia anak.  Insyaa Alloh lantunan ayat Al-Quran itu akan terakam dalam memorinya. Untuk anak yang lebih besar, memperdengarkan ayat-ayat al-Quran (surah-surah pendek) kepadanya terbukti memudahkan si anak menghafalkannya.

3. MENGHAFALKAN
Menghafalkan untuk usia anak-anak bisa kita mulai dari surat-surat pendek.

4. MEMBACA
“ Aku tidak mengatakan bahawa alif-lam-mim adalah satu huruf. Akan tetapi, alif adalah satu huruf, lam satu huruf, dan mim juga satu huruf. 
(HR at-Tirmidzi).
Sungguh luar biasa pahala dan kebaikan yang dijanjikan kepada siapa saja yang biasa membaca al-Quran. 

5. MEMBERI CONTOH

Bimbing dan doronglah anak agar terbiasa membaca al-Quran setiap hari walau cuma beberapa ayat. Orangtua sangat penting memberikan contoh, menjadi teladan buah hatinya. Jangan sampai apa yang kita ucapkan kepada anak-anak kita tidak sama dengan apa yang kita lakukan. Jadikanlah membaca al-Quran, terutama pada pagi hari usai sholat subuh atau usai sholat maghrib, sebagai kegiatan rutin dalam keluarga. 

Ajaklah anak-anak yang belum membaca untuk bersama-sama mendengarkan kakaknya yang sedang membaca al-Quran. Orangtua mempunyai kewajipan untuk mengajarkan kaedah-kaedah dan adab membaca al-Quran. 

7. MENGAMALKAN DAN MEMPERJUANGKANNYA

Al-Quran tentu bukan hanya untuk dibaca, dihafal dan dikaji.  Yang paling penting adalah diamalkan seluruh isinya dan diperjuangkan agar benar-benar dapat menyinari kehidupan manusia. Sampaikan kepada anak tentang kewajiban mengamalkan serta memperjuangkan al-Quran dan pahala yang akan diraihnya. 

Semoga kita semua dianugrai generasi yang sholih dan sholihah. Aamiin.

Adbox