Loading...

MEMBUAT JARING-JARING KUBUS DAN BALOK


Menggambar dengan penggaris ternyata sangat seru ...



Seperti yang dilakukakan teman-teman kelas 4C pada pelajaran matematika. Dengan bimbingan bapak Eli Irmawan, S.Pd (Guru MTK) anak-anak membuat jaring-jaring kubus dan balok. Suasana belajar pun menjadi sangat menyenangkan.


SDU MERAIH JUARA 1 LCC TINGKAT KABUPATEN SUKOHARJO


🎊🎊🎊🎊🎊
Congratulations
🏅🏆🏅🏆🏅🏆
Alhamdulillah, bi idznillaah anak-anak SDU kembali mengukir prestasi pada LOMBA LCC tingkat Kabupaten Sukoharjo







JUARA 1 LCC
Tim LCC Sdu
Natasya Yekanindya (5B)
Gading Atmaja (5A)
Farras Rasyiq (5A)

Pembina
Tri Purnomo, S.Pd
Agus Dwi S, S.Pd

Baarokallohu fiikum

Sdu Daar El Dzikir
Sholih_Cerdas_Mandiri
`Sekolah unggulan berbasis Al-Qur'an`
www.sdudaareldzikir.sch.id

MELINDUNGI ANAK DARI GANGGUAN SETAN


Setan adalah musuh yang nyata bagi manusia. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ الشَّيْطَانَ لِلْإِنْسَانِ عَدُوٌّ مُبِينٌ

Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.
(QS. Yusuf: 5)

Ia bersumpah akan menyesatkan seluruh keturunan anak Adam hingga mereka kufur dan durhaka kepada Allah subahanahu wa Ta’ala. Allah ta’ala berfirman,

قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِينَ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ

Iblis menjawab: “Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka semuanya,kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka.” 
(QS. Shad:82-83)

Untuk itu para orang tua sepantasnya mawas diri dengan melindungi dan menjaga diri dan anak-anaknya dari gangguan setan baik di pagi dan sore hari. Bahkan hal ini sangat ditekankan dan disunnahkan sebgaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

Melindungi anak dari setan dapat dilakukan dengan cara:

1. Meniup kedua telapak tangan kemudian membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas setelah itu usapkan kedua telapa tangan ke seluruh badan anak sebanyak tiga kali.
Nabi shallallahu’alaihi wasallam bila sedang sakit beliau membaca Al-Ikhlas, Al-falaq dan An-Nas kemudian mengusapkannya ke kepala dan seluruh tubuh beliau. Beliau juga melakukan hal yang sama tatkla tidur.

2.Mendoakan anak dengan doa perlindungan dari setan.
Jika anak belum mampu menghafal dan membaca sendiri doa perlindungan dari setan hendaknya orang tua mendoakan untuk anaknya. Sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu’alaihi wasalam mendoakan kedua cucu beliau Hasan dan Husein. Demikian pula doa ini yang diucapkan Ibrahim untuk melindungi Ismail dan Ishaq. 

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu berkata, “Dahulu Nabi shallallahu’alaihi wasallam mendoakan Hasan dan Husien dengan doa perlindungan,

أُعِيذُكُمَا بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لامَّةٍ

“Aku memintakan (kepada Allah) perlindungan untukmu dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang yang beracun dan dari pandangan mata yang jahat.” 
(HR. At Tirmidzi no.2060 dan beliau menilai hasan shahih sebagaimana disebutkan dalam Tuhfatul Ahwadzi)

Namun jika anak sudah cakap dan mampu membaca doa sendiri maka ini yang utama. Hendaknya ia membaca doa,

أَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّةِ ، مِنْ كُلِّ شَيْطاَنٍ وَهَامَّةٍ ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لاَمَّةٍ

“Aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari setiap setan dan binatang yang beracun dan dari pandangan mata yang jahat.” 
(HR. Bukhari no.3371)

Atau membaca doa,

َأَعُوْذُ بِكَلِمَاتِ اللهِ التَّامَّاتِ مِن شرِّ مَا خَلَق

“Aku berlindung deng kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan makhluk yang ia ciptakan.”
Dan doa perlindungan yang disyariatkan lainnya.

3. Menahan anak agar tidak keluar disaat matahari tenggelam.
Banyak kaum muslimin tidak mengethaui sunnah yang satu ini. Padahal perkara ini begitu penting bagi manusia.

Jabir bin Abdillah meriwayatkan hadis dari Nabi shallallahu’alaihi wasallam,

إِذَا كَانَ جُنْحُ اللَّيْلِ أَوْ أَمْسَيْتُمْ فَكُفُّوا صِبْيَانَكُمْ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْتَشِرُ حِينَئِذٍ ، فَإِذَا ذَهَبَ سَاعَةٌ مِنْ اللَّيْلِ فَخَلُّوهُمْ ، وَأَغْلِقُوا الْأَبْوَابَ ، وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لَا يَفْتَحُ بَابًا مُغْلَقًا ، وَأَوْكُوا قِرَبَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ ، وَخَمِّرُوا آنِيَتَكُمْ وَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ وَلَوْ أَنْ تَعْرُضُوا عَلَيْهَا شَيْئًا، وَأَطْفِئُوا مَصَابِيحَكُمْ

Bila hari masuk malam (senja), tahanlah anak-anakmu unuk tidak keluar rumah karena pada waktu itu banyak setan yang berkeliaran. Bila waktu nya telah berlalu, biarkanlah mereka, tutuplah pintu-pintu rumah, sebutlah nama Allah karena setan tidak dapat membuka pintu yang tertutup. Tutuplah tempat minum dan sebutlah nama Allah, tutuplah bejana-bejana kalian dan sebutlah nama Allah walaupun dengan meletakkan sesuatu diatasnya dan matikan lampu-lampu.” 
(HR. Bukhari no. 5623 dan Muslim dengan syarah Nawawi)

Faidah hadis:
– Setan tidak bisa masuk melalui pintu yang ditutup dengan menyebut nama Allah.
– Menutup wadah tempat makanan agar wadah tersebut tidak diganggu oleh setan. Karena setan tidak bisa membuka wadah yang ditutup dengan menyebut nama Allah. selain itu untuk menjaga makanan dari kotoran dan najis yang berasal dari hewan-hewan yang kotor (seperti kecoa) di malam hari sehingga tidak menimbulkan penyakit.
– Faidah dipadamkan nya lampu di malam hari adalah menjaga lampu dari senggolan binatang-binatang malam seperti tikus dan yang sejenis yang dapat mengakibatkan kebakaran.

JANGAN MENDO'AKAN KEBURUKAN PADA ANAK




Setiap orang tua tentu tidak menginginkan keburukan pada anaknya. Ini merupakan fitrah yang Allah Ta’ala tanamkan sebagai salah satu tanda dari sifat rahmah Allah Ta’ala.

Terdapat dalam shahihain, dari ‘Umar bin AlKhaththab radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

قَدِمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلمبِسَبْىٍ فَإِذَا امْرَأَةٌ مِنَ السَّبْىِ تَبْتَغِى إِذَا وَجَدَتْ صَبِيًّا فِى السَّبْىِ أَخَذَتْهُ فَأَلْصَقَتْهُ بِبَطْنِهَا وَأَرْضَعَتْهُ فَقَالَ لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم– « أَتَرَوْنَ هَذِهِ الْمَرْأَةَ طَارِحَةً وَلَدَهَا فِى النَّارِ ». قُلْنَا لاَ وَاللَّهِ وَهِىَ تَقْدِرُ عَلَى أَنْ لاَ تَطْرَحَهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم– « لَلَّهُ أَرْحَمُ بِعِبَادِهِ مِنْ هَذِهِ بِوَلَدِهَا ».

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperoleh banyak tawanan perang. Tiba-tiba ada seorang perempuan dari mereka yang mencari bayinya dalam kelompok tawanan tersebut. Kemudian dia mengambil bayi itu, memeluknya kemudian menyusuinya.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada kami, “Menurut kalian, apakah perempuan ini tega melemparkan anaknya itu ke dalam api?” Kami pun menjawab, “Demi Allah, tidak akan melemparkannya ke api selama dia masih mampu untuk tidak melemparnya.
Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,  
Sungguh Allah lebih sayang kepada para hambaNya, melebihi kasih sayang perempuan ini terhadap anaknya. 
 (HR. Bukhari no 5999 dan Muslim no. 2754).

Demikianlah fitrah orang tua yang akan senantiasa menyayangi anaknya. Keselamatan sang anak menjadi suatu hal yang selalu terngiang di benaknya. 

Wahai para orang tua, berhati-hatilah dan waspadalah dari mendoakan keburukan kepada anak-anak kita. Karena boleh jadi doa (atau ungkapan) buruk kita tersebut bertepatan dengan waktu dikabulkannya doa. Sehingga doa buruk tersebut pun terkabul dan kita akhirnya akan memetik hasilnya.

Terkait hal ini terdapat sebuah hadits yang panjang di kitab Shahih Muslim. Berikut ini kami cuplikkan petikan kisah ringkasnya.

Ada seorang lelaki yang berucap kepada untanya,
شَأْ لَعَنَكَ اللَّهُ. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم– « مَنْ هَذَا اللاَّعِنُ بَعِيرَهُ ». قَالَ أَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ . قَالَ « انْزِلْ عَنْهُ فَلاَ تَصْحَبْنَا بِمَلْعُونٍ لاَ تَدْعُوا عَلَى أَنْفُسِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَوْلاَدِكُمْ وَلاَ تَدْعُوا عَلَى أَمْوَالِكُمْ لاَ تُوَافِقُوا مِنَ اللَّهِ سَاعَةً يُسْأَلُ فِيهَا عَطَاءٌ فَيَسْتَجِيبُ لَكُمْ ».
Hus (kalimat hardikan kepada unta agar jalannya cepat -pen), semoga Allah melaknatmu. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Siapa yang melaknat untanya itu?” Lelaki itu menjawab, “Aku, wahai Rasulullah.Lalu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pun bersabda, “Turunlah (dan turunkanlah barang-barangmu darinya -pen) [1] Janganlah Engkau menyertai sesuatu yang terlaknat. Janganlah Engkau mendoakan keburukan untuk dirimu sendiri. Janganlah Engkau mendoakan keburukan kepada anak-anakmu. [2] Jangalah engkau mendoakan keburukan pada harta-hartamu [3]. Agar (doa tersebut) tidak bertepatan dengan saat-saat di mana Allah memberikan dan mengabulkan doa dan permintaan kalian. 
 (HR. Muslim no. 3009).

Ustadz Aris Munandar hafizhahullah, menceritakan sebuah kisah berikut.
Perlu diketahui bahwa salah satu kebiasaan orang Arab yang mengenal agama Islam ketika mereka sedang marah besar, mereka sering mengucapkan ‘Allahu Yahdik’ (Semoga Allah Ta’ala memberikanmu hidayah). Kalimat ini secara bahasa tidak menganduk makna keburukan. Namun berdasarkan adat kebiasaan orang Arab, kalimat ini merupakan ungkapan kemarahan mereka.

Disebutkan bahwa salah satu sebab Syaikh Muqbil bin Hadi AlWadi’i rahimahullah menjadi seorang ulama besar ahlu sunnah adalah bahwa orang tuanya pernah marah besar kepadanya lantas mengucapkan, Allahu Yahdik. Kemudian Allah Ta’ala pun mengabulkan doa orang tua beliau sehingga kita mengenal beliau merupakan salah seorang ulama besar ahlu sunnah yang tidak tercemar lingkungan syi’ah zaidiyah.

Oleh karena itu, mari jaga lisan kita dari mengucapkan doa atau ungkapan keburukan pada anak keturunan kita. Marilah kita ganti doa keburukan tersebut dengan ucapan yang baik, walaupun kita sedang marah besar kepada anak. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

ثَلَاثُ دَعْوَاتٍ يُسْتَجَابُ لَهُنَّ لَا شَكَّ فِيْهِنَّ : دَعْوَةُ المَظْلُوْمِ وَ دَعْوَةُ المُسَافِرِ وَ دَعْوَةُ الوَالِدِ لِوَلَدِهِ.
Tiga doa yang akan dikabulkan dan tidak ada keraguan pada terkabulnya: doa orang yang dizhalimi, doa orang yang safar dan doa kebaikan orang tua kepada anaknya.  
(HR. Muslim no. 3009).

Mudah-mudahan kita dapat mengamalkannya.

Catatan kaki:
[1] Sebagai hukuman bagi lelaki tersebut.
[2] Misalnya dengan mengatakan kepada anak kita,”Bodoh kamu!”
[3] Salah satu contoh doa keburukan pada harta adalah laknat pada kendaraan.
Artikel Muslimah.or.id

DO'AKAN KEBAIKAN UNTUK ANAK-ANAK KITA


Ketika kita telah memahami bahwa hidayah taufik hanyalah khusus milik Allah Ta’ala, maka wajib bagi kita untuk mengarahkan doa, memohon kepada Allah Ta’ala agar memperbaiki keturunan kita, memberkahi dan menjaga mereka dari hal-hal yang buruk dan tidak kita inginkan. Menjaga mereka dari gangguan setan dari kalangan manusia dan jin [1]. Demikianlah kebiasaan dan amalan yang ditempuh oleh orang-orang shalih.

Lihatlah doa para hamba Allah (‘ibadurrahman) dalam Al Qur’an.

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati (jiwa) kami [2], dan jadikanlah kami teladan bagi orang-orang yang bertakwa.” 
(QS. Al-Furqan [25]: 74)

Lihat pula doa Nabi Zakariya ‘alaihissalam,

فَهَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ وَلِيًّا (5) يَرِثُنِي وَيَرِثُ مِنْ آَلِ يَعْقُوبَ وَاجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

Anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi (ilmu dan kenabian [3]) dari sebagian keluarga Ya’qub. Dan jadikanlah dia, ya Rabbku, seorang yang diridhai di sisi-Mu.” 
(QS. Maryam [19]: 5-6)
Beliau ‘alaihissalam juga berdoa,

رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

Ya Tuhanku, anugerahilah kepadaku dari sisi-Mu seorang anak yang shalih. Sesungguhnya Engkau Maha Mengabulkan doa.” 
(QS. Ali ‘Imran [3]: 38)

Lihat pula doa Nabi Ibrahim dan Isma’il ‘alaihimassalam,

رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُسْلِمَةً لَكَ

Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada-Mu dan (jadikanlah) di antara anak keturunan kami umat yang tunduk patuh kepada-Mu.” 
(QS. Al-Baqarah [2]: 128)

Lihat pula do’a kekasih Allah, Ibrahim ‘alaihissalam,

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.” (QS. Ash-Shaffat [37]: 100)

Demikian pula doa beliau yang lain,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan dari anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan kami, kabulkanlah doaku” 
(QS. Ibrahim [14]: 40).

Beliau juga berdoa,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala.” 
 (QS. Ibrahim [14]: 35)

Lihat pula doa orang yang telah mencapai usia matang, yaitu usia 40 tahun [4],

رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَصْلِحْ لِي فِي ذُرِّيَّتِي

Ya Tuhanku, tunjukilah aku untuk mensyukuri nikmat-Mu yang telah Engkau berikan kepadaku dan kepada ibu bapakku dan supaya aku dapat beramal shalih yang Engkau ridhai. Berilah kebaikan kepadaku dengan (memberi kebaikan) kepada anak cucuku.”  
(QS. Al-Ahqaf [46]: 15)

Diantara faidah yang berkaitan dengan pendidikan anak pada ayat yang mulia ini adalah :
  1. Doa untuk mendapat anak keturuan yang baik bukanlah sebatas hanya doa ketika pasangan suami istri hendak melakukan hubungan atau masih pengantin baru. Lihatlah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Meskipun usia beliau tidak lagi muda, beliau tetap berdoa untuk mendapatkan keturunan yang baik atau memperbaiki keturunan beliau kepada Allah Ta’ala.
  2. Doa kebaikan untuk anak bukan hanya ketika sang anak masih di usia kecil.
Wahai saudaraku, para hamba Allah … Perbanyaklah meminta untuk diberikan anak yang shalih dan perbanyaklah doa kepada Allah Ta’ala untuk memperbaiki anak keturanan kita. Sesungguhnya Dia adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa.

Catatan kaki:
[1] Salah satu faidah penyebutan setan dari kalangan manusia terlebih dahulu adalah terkadang godaannya lebih besar dibandingkan setan dari kalangan jin.
[2] Dikarenakan kami melihat, menilai mereka termasuk orang-orang yang taat kepada-Mu. (Lihat Tafsir Jalalain, hal. 377)
[3] Lihat Tafsir Jalalain, hal. 316.
[4] Salah satu faidah yang berkaitan dengan tema ini adalah bahwa doa kepada anak bukan hanya ketika sang anak masih di usia kecil.

YUK MENABUNG KEBAIKAN | DONASI |


YUK, MENABUNG KEBAIKAN,,

DONASI SDU DAAR EL DZIKIR

SDU Daar El Dzikir adalah salah satu lembaga pendidikan di bawah naungan Yayasan Dakwah Islam Daar El Dzikr binaan Ust. Zaenal Abidin bin Syamsudin, Lc yang berlokasi di Soronanggan, Kec. Bulu, Kab. Sukoharjo, Jawa Tengah.


Dengan ini membuka donasi bagi kaum muslimin yang memiliki harta lebih untuk turut mensukseskan kegiatan yang diselenggarakan.

Dana akan kami salurkan pada point-point berikut:
1. Kegiatan penunjang pendidikan.
2. Operasional sekolah.
3. Membantu siswa yang kurang mampu.
4. Kegiatan Sosial.
5. Pengembangan dan perawatan fisik sekolah.
6. dll

Semoga menjadi amal jariyah dan Allah memberikan keberkahan harta serta kehidupan para muhsinin.

Donasi bisa ditransfer via rekening berikut ini:

BRI
SDU Daar El Dzikir QQ Dana Infaq
6893-01-000312-52-1

Konfirmasi Via Sms/Wa
0857 2852 2878 
(Muhamad Nuryadi, S.Pd)

Dengan format:
Donasi #nama donatur #alamat #Bank tujuan transfer # tgl transfer #besar donasi

Info donasi bisa dibuka di: www.sdudaareldzikir.sch.id
Older Posts
© Copyright SD UNGGULAN DAAR EL-DZIKIR
Back To Top