SDU DAAR EL-DZIKIR

Sekolah Islami Yang Unggul Dalam Kualitas dan Berprestasi. Mewujudkan generasi Qur'ani yang sholih, cerdas mandiri.

http://4.bp.blogspot.com/-H74mDzrZXcE/Wb_aF2YvGwI/AAAAAAAACjc/2Nyh26ILtd0QAFGHXfVYTqAzrQR9ta_IwCK4BGAYYCw/s1600/ppdb%2B2018.jpg

Minggu, 29 November 2015

PRAKTIK MEMBUAT ALARM PENDETEKSI BANJIR

A. Alat dan Bahan yang dibutuhkan


1. Kaleng bekas
2. Kabel
3. Air
4. Lampu dan tempatnya
5. Cok Lampu
6. Isolasi
7. Gunting
8. Cutter
9. Botol bekas Aqua
10. Sterofoam bekas
11. Double Tape
12. Lem G

B. Latar Belakang


Bencana alam merupakan salah satu bencana alam yang timbul akibat tindakan manusia yang berbuat ceroboh dan merusak. Bencana alam apapun itu pasti akan menimbulkan kerugian, baik itu material maupun psikologis. Bencana alam menyebabkan banyak orang kehilangan tempat tinggal, sumber mata pencaharian, anggota keluarga, bencana alam juga dapat menimbulkan trauma bagi korban-korbannya. Maka dari pada itu, bancana alam apapun itu harus dicegah agar tak terjadi demi tercapainya hidup yang aman dan tenteram. Adapun salah satu jenis bencana alam itu adalah banjir.

Banjir timbul akibat hutan dan pepohonan tidak dapat lagi menahan air yang berlebih. Ketika hujan air akan diserap oleh tumbuhan dan pepohonan, dan air yang tidak terserap akan mengalir ke sungai. Ketika air sungai tidak dapat lagi meneruskan atau mengalirkan air tersebut, air akan meluap ke daratan. Banjir biasanya terjadi ketika hujan turun deras secara terus menerus. Banjir tidak hanya merusak barang berharga serta lingkungan, membahayakan hidup manusia dan binatang, namun Banjir juga mempunyai efek lain juga. Banjir yang berkecepatan tinggi menyebabkan erosi lahan seperti halnya permasalahan pemecahan sedimen ke arah muara. Juga merusak tempat ikan bertelur dan kehidupan rimba, tempat kediaman binatang rimba juga sering dibinasakan. 

Banyak warga yang kehilangan tempat tinggal, mengalami gagal panen, terputusnya roda perekonomian di daerah yang terkena banjir, seperti jalan terendam banjir, maka kendaraan untuk distribusi pun terhenti karena tidak bisa lewat. Banyak pelajar tidak bisa sekolah, karena sekolahnya terendam banjir, padahal sekolah salah satu cara meningkatkan SDM (Sumber Daya Manusia) Indonesia. Untuk itu, diperlukan sebuah alat yang bisa mencegah terjadinya kerugian-kerugian akibat banjir ini. Salah satu alat iu adalah “Alat Pendeteksi Banjir Sederhana”.

Pembuatan alat ini cukup mudah karena alat ini menerapkan sistem rangkaian listrik tertutup. Artinya tidak menerapkan sistem rangkaian instalasi listrik yang rumit, dengan demikian masyarakat dapat membuat alat pendeteksi banjir mandiri dan alat ini bisa sebagai alternatif. Karakter pendeteksi banjir sederhana ini adalah prinsip rangkaian listrik tertutup digabung dengan hukum Archimides, dimana setiap benda yang dimasukkan ke dalam fluida baik seluruhnya atau sebagian akan mendapatkan atau dikenai gaya dari segala arah sebesar berat benda yang dimasukkan tadi. 

Dengan demikian, dapat dikatakan setiap benda yang dimasukkan dalam fluida akan mendapatkan gaya angkat ke atas. Digabungkan dengan prinsip rangkaian listrik, disana terdapat saklar otomatis yang akan menghubungkan rangkaian tersebut karena adanya dorongan air sungai yang meninggi. Dengan demikian, ketika saklar terhubung maka arus listrik dapat mengalir dan menghidupkan lampu serta membunyikan alarm peringatan.

C. Landasan Teori

Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasidata ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar. Praktikum ini tentang pembuatan alarm banjir. Alarm Banjir berfungsi untuk memperingatkan apabila akan terjadi banjir. Cara kerjanya menggunakan sensor air hujan dan akan memberi sinyal apabila debit air hujan yang turun sudah melebihi batas.

Rangkaian listrik adalah susunan komponen-komponen elektronika yang dirangkai dengan sumber tegangan menjadi satu kesatuan yang memiliki fungsi dan kegunaan tertentu. Arus listrik dalam suatu rangkaian listrik hanya dapat mengalir jika rangkaian listrik tersebut berada dalam keadaan terbuka. Rangkaian listrik ada dua macam yaitu rangkaian listrik terbuka dan rangkaian listrik tertutup. Rangkaian listrik terbuka adalah rangkaian listrik yang memiliki ujung-ujung rangkaian. Sedangkan rangkaian listrik tertutup adalah rangkaian listrik yang tidak memiliki ujung-ujung rangkaian. Di dalam rangkaian listrik tertutup ini arus listrik dapat mengalir mengikuti jenis suatu rangkaian.  

Syarat dari rangkaian tertutup adalah sebagai berikut:
– Arus listrik hanya dapat mengalir dalam rangkaian tertutup dari potensial  tinggi ke potensial rendah atau dari kutub (+) ke kutub (-).
– Menurut perjanjian, arus listrik pada penghantar searah dengan gerak muatan (+) dan berlawanan dengan gerak muatan (-).

 D. Langkah-langkah pembuatan alat

1. Buatlah rangkaian listrik paralel antara bel dengan lampu.
2. Buatlah saklar dari kaleng bekas dengan cara membuat dua buah bundaran dan diberikanlubang ditengahnya sebagai tempat penyambungan antara kabel dengan kaleng.
3. Buatlah bundaran dari sterofoam sesuai dengan besar bundaran yang dibuat dari kaleng.
4. Tempelkan sterofoam tersebut pada salah satu bundaran kaleng.
5. Buatlah sebuah wadah air dari botol minuman dengan melubangi bagian atasnya.
6. Pasang lampu dan bel pada kotak yang telah dibuat.
7. Rangkai semua alat menjadi satu kemudian tempatkan kaleng yang ditempelkan sterofoam pada dasar botol dan kaleng yang satunya diikatkan di bagian atas botol.
8. Ujilah alat dengan menghubungkan ke arus listrik.















Saat lampu menyala dan alarm berbunyi maka ketinggian air dalam tarap bahaya.



Suwindar S.Pd

Adbox