SDU DAAR EL-DZIKIR

Sholih, Cerdas, Mandiri dan Berprestasi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWopKBCDCS8roaAVuHgbUNSvWXrD7p7d0GfiZSwVz07NPKgRzPVWyku1ZSH32A6EkFlerhdHKaFqGZf_YGVrMPrCTEEE1fXh4BN5PT5Xv5K43zBRmzA1R5Qfdx5lAcSnef8_CA0fxgOk40/s1600/banner.jpg

Selasa, 19 April 2016

ANAK INVESTASI YANG HAKIKI MAKA INVESTASIKAN DI SDU DEZ UNTUK PENDIDIKAN DASARNYA




Anak adalah titipan Allah yang diberikan kepada orangtua. Setiap amanah atau titipan pasti akan dimintai pertanggungjawaban. Orangtua mempunyai andil besar dalam menentukan masa depan anaknya. Nabi Shalallahu alaihi wasalam bersabda: “Tidaklah seorang bayi yang dilahirkan melainkan dalam keadaan keadaan fitroh ( bertauhid ). Maka kedua orang tuanyalah yang akan menjadikan ia sebagai yahudi, nashrani ( Kristen) atau majusi.” (Mutafaqun alaih) . 
Dengan demikian takutlah wahai para ayah dan bunda terhadap amanah ini. 

Anak juga merupakan investasi orang tua. Bahkan investasi yang paling mahal dan aset  paling berharga. Betapa tidak? Hal ini jika anak dididik dengan pendidikan Islam yang  baik dan benar. Jerih payah dan pengorbanan orang tua  berupa tenaga, pikiran dan harta orang tuanya tidaklah  sia-sia. Karena anak tersebut akan menjadi “ladang  kebaikan bahkan pabrik pahala”  bagi kedua orang tuanya. Investasi yang tertanam tersebut bahkan mengalir terus hingga kedua orang tuanya  sudah  meninggal dunia. Betapa bahagianya orang tua yang memiliki anak yang mempu menjadi “mesin pencetak pahala” yang tiada henti untuk memuliakannya dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Untuk mengetahui seberapa besar nilai anak sholih bagi kedua orang tuanya mari kita simak beberapa dalil berikut ini:
1. Karena do’a anaknya mengalirlah setiap kebaikan yang dilakukan anaknya sekalipun kedua orang tuanya telah tiada. Rasulullah Shallahu alaihi wasalam, bersabda;” Jika seorang manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali karena tiga hal: sedekah jariyah  (wakaf), ilmu yang bermanfaat dan seorang anak sholih yang mendo’akannya.” ( HR. Muslim No.1631)
 
2.  Derajat orang tuanya di surga terangkat berkat istighfar (do’a) anaknya, 

Rasulullah Shalallahu alaihi walasam bersabda,:Sesungguhnya seseorang yang meninggal dunia diangkat derajatnya di surga, lalu ia berkata,’ Wahai Tuhanku, dari manakah ini ?’ Dia berkata kepadanya, ‘Karena anakmu membaca istighfar untukmu.” ( HR. Shahih Mauquf: Bukhari dlm Adabul Mufrad, no 36, Ibnu Majah, no.3660, Ahmad 2/509)

3. Orang tua yang sabar mendidik dan mengajarkan Al Qur’an serta menganjurkan untuk menghafal Al Qur’an kepada anaknya, kelak di Akhirat Allah akan berikan penghargaan yang luar biasa, yaitu dipakaikan jubah kemuliaan. 

Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda,:”Barangsiapa yang membaca Al Qur’an, mempelajarinya dan mengamalkannya kelak di hari kiamat dikenakan mahkota dari cahaya yang sinar kemilaunya seperti cahaya matahari. Dan bagi kedua orang tuanya masing-masing dikenakan untuknya dua pakaian kebesaran yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Maka Kedua orang tuanya bertanya,:’Mengapa kami diberi pakian kemuliaan seperti ini?’ Dijawab:’Karena anak kalian berdua belajar dan menghafal Al Qur’an.’ ( Mustadrak Al Hakim 1/568. Dihasankan Al Albani dlm As Shahihah no.2914).  

Jika orang tua tidak mampu mendidik dan mengajari putranya untuk bisa membaca Al Qur’an maka tentunya dengan menyekolahkan pada sekolah-sekolah yang mengutamakan pendidikan Al Qur’an. Hal itu adalah sama saja orang tua mengupayakan agar kelak anaknya dapat memberikan manfaat bagi dirinya di akhirat sebagaimana hadits di atas.

4. Anak yang rajin membaca Al Qur’an akan mendapat syafa’at untuk dirinya dan kedua orang tuanya di akhirat. 

Dari Abu Umamah Al Bahiliy berkata, “aku mendengar Shalallahu alaihi wasalam bersabda,:”Bacalah Al Qur’an karena Al Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai syafi’ (pemberi syafa’at) bagi yang membacanya.” ( HR. Muslim No. 1910)

5. Punya anak yang sholih yang banyak hafalan Al Qur’an akan terus meningkatkan derajat kemuliaan di surga. 

Dari Abdullah bin Amr, :” Rasulullah Shalallahu alaihi wasalam bersabda,”Dikatakan kepada shohibul qur’an (penghafal Al Qur’an,’Bacalah dan naiklah serta tartillah sebagaimana engkau di dunia mentartilkannya. Karena kedudukanmu adalah pada akhir ayat yang engkau baca (hafal).’”(HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914). 

Demikianlah nilai seorang anak sholih bagi kedua orang tuanya terutama di akhirat. Belum lagi di dunia anak yang sholih sudah dirasakan menyejukkan pandangan bagi kedua orang tuanya. 

Sabda Rasul: “ Belajar di waktu kecil adalah ibarat mengukir di atas batu, dan belajar di waktu besar adalah ibarat mengukir dia atas air”. Orang tua yang bijaksana tentu tidak ingin menyia-nyiakan pendidikan buah hatinya dengan melewatkan masa golden age dan usia sekolah dasar dengan pendidikan asal. Orang tua bijaksana tentu ingin memulai membangun buah hatinya sejak sedini mungkin mendidik dan memilihkan sekolah Islam yang bermutu bagi anaknya. 

Untuk itulah kami hadir dengan konsep pendidikan berbasis islam yang bermutu dan unggul dalam mewujudkan generasi qur’ani yang shalih, cerdas, mandiri dan berprestasi. 

Oleh : Abu Malik Nuryadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUiVdpfH5hM9CCGDpZpEsMEAfZagL_TdlxIN5g0mAKq52BcOjWs0ouoRnr8gG8WAvW8IQsY6I8eOODu8BNT2Vq9TY9RcROYON7BkArmF9aAtT7B2XweMowzykREE3N-EW5mlOgTS3abAQX/s1600/banner+sdu+3.jpg