SDU DAAR EL-DZIKIR

Sholih, Cerdas, Mandiri dan Berprestasi

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWopKBCDCS8roaAVuHgbUNSvWXrD7p7d0GfiZSwVz07NPKgRzPVWyku1ZSH32A6EkFlerhdHKaFqGZf_YGVrMPrCTEEE1fXh4BN5PT5Xv5K43zBRmzA1R5Qfdx5lAcSnef8_CA0fxgOk40/s1600/banner.jpg

Rabu, 28 Januari 2015

TIGA KRITERIA MANUSIA YANG TIDAK LAYAK MENJADI CONTOH

http://www.surah.my/assets/s018/a028-805d4339a1954c7bcf3a95fd5fb53334.png 

Supaya hidupmu selamat maka kamu harus punya qudwah hasanah.

Qudwah hasanah ? Qudwah hasanah = Suri tauladan yang baik.

Kira-kira siapa ya yang bisa ku jadikan Qudwah hasanah?

Alloh telah menjadikan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sebagai qudwah bagi kita semua.

Allah berfirman,

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيراً

“Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suatu tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharapkan rahmat Allah dan keselamatan dihari kiamat dan banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21)

Ingat ya teman-teman, seseorang yang mencari teladan kepada selain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka ia akan binasa. Maka ia pun akan tersesat, karena petunjuk itu berasal dari Allah, disampaikan kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itulah, kewajiban kita untuk memilih dan memilah. Mana orang yang bisa dijadikan teladan dan mana yang tidak. Para ‘ulama dari kalangan shahabat, para ‘ulama dari kalangan tabi’in, para ‘ulama dari kalangan tabi’ut tabi’in dan para ‘ulama setelahnya, mereka adalah orang-orang shalih yang telah menghabiskan umur mereka untuk kebaikan, untuk tetap berada di jalan Allah, untuk berbakti kepada Allah dan agamanya dan untuk membela agama Allah Rabbul ‘alamin.Kewajiban kita untuk mengetahui siapa orang yang berhak dijadikan teladan. Dan siapa yang tidak berhak dijadikan teladan. Dengarkanlah firman Allah yang menyebutkan tentang tiga kriteria sifat yang apabila ketiga kriteria sifat ini ada pada seseorang, maka tidak boleh kita jadikan sebagai teladan. 

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً

“…Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” 
(QS. Al-Kahfi : 28)

Awaaas, jangan jadikan sebagai teladan 3 orang ini !!

Siapakah 3 orang itu?

Baca dengan seksama yaa!!!

Pertama “ORANG YANG HATINYA TELAH LALAI MENGINGAT ALLOH” 

orang tersebut menyebut Allah dengan lisannya tapi melupakan Allah dalam hati. Atau hatinya lalai dari Al-Qur’an sama sekali bahkan selalu menyelisihinya. Dan sifat orang munafik, mereka tidak berdzikir kepada Allah kecuali sedikit saja. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُواْ إِلَى الصَّلاَةِ قَامُواْ كُسَالَى يُرَآؤُونَ النَّاسَ وَلاَ يَذْكُرُونَ اللّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka . Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisaa : 142)

Diantara perbuatan orang yang hatinya lalai : males shalat, males baca Al-Qur’an, tidak mau belajar Al-Qur’an padahal dia sangat bodoh, tidak mau mengerjakan sunah-sunah Rasul, hatinya keras tidak tersentuh dengan bacaan Al-Quran. Padahal orang yang beriman apabila dibacakan kepadanya ayat-ayat Allah, dia menjadi tambah keimanannya.

Kedua “ ORANG YANG MENGIKUTI HAWA NAFSUNYA “

Tahukan kalian apakah itu al-hawaa ???

Sesungguhnya hawaa adalah jalan yang menyelisihi sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Al-hawaa seringkali dimutlakkan oleh para ‘ulama untuk perbuatan yang tidak ada tuntunannya dalam Islam. Orang tersebut selalu mengikuti hawaa yakni menyimpang dari sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Yang ia cari adalah sesuatu yang menyimpang dari sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Perbuatan Yang Menonjol yaitu orang ini beribadah tetapi tidak ada tuntunannya.

Ketiga “ORANG YANG MELAMPAU BATAS “

Maksudnya, orang tersebut banyak membuang waktu, menyia-nyiakan waktu dan kesempatan. Hari demi hari berlalu tapi dia tidak bisa menghasilkan sesuatu pun (dari amal ibadah), selalu menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan kepadanya dan dia pun berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama.

Inilah saudariku, tiga sifat yang Allah sebutkan dan ketiga sifat ini tidak bisa kita jadikan qudwah (teladan).

Maka kebalikannya, orang yang bisa dijadikan qudwah juga yang mempunyai tiga sifat. Yang pertama adalah orang yang senantiasa memperhatikan peringatan Al Qur’an dan Sunnah Rasul, serta zikir kepada Allah. Yang kedua adalah yang senantiasa mengikuti sunnah Rasululah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Yang ketiga adalah yang tidak menyia-nyiakan kewajiban-kewajiban yang Allah wajibkan kepadanya dan dia pun tidak berlebih-lebihan (ghuluw) dalam beragama.

Sumber : muslimah.or.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjUiVdpfH5hM9CCGDpZpEsMEAfZagL_TdlxIN5g0mAKq52BcOjWs0ouoRnr8gG8WAvW8IQsY6I8eOODu8BNT2Vq9TY9RcROYON7BkArmF9aAtT7B2XweMowzykREE3N-EW5mlOgTS3abAQX/s1600/banner+sdu+3.jpg