SDU DAAR EL-DZIKIR

Sholih, Cerdas, Mandiri dan Berprestasi

http://3.bp.blogspot.com/-z5c_LmEQir0/WeqW2TpB6WI/AAAAAAAACl4/KdIjQgpv2fQ2Fjal-78dfdT4SgdFFVD7QCK4BGAYYCw/s1600/banner.jpg

Minggu, 15 Juli 2018

4 TIPS AGAR ANAK SENANG BELAJAR


Sungguh sangat bahagia tatkala anak kita rajin belajar, rajin beribadah dan berbakti pada orang tua. Hal itu merupaka sesuatu yang diidam-idamkan setiap orang tua. Perlu strategi agar anak kita senantia senang dan t idak bosan dalam belajar.

Berikut 4 tips agara anak senang dan betah belajar:



1. Batasi Menonton TV
 Banyak menonton TV akan membuat anak menjadi malas,  dan pengaruh acara TV yang negatif akan terekam pada ingatan anak.

2. Kurangi Mainan HP 
Kecanduan HP membuat minat belajar anak menurun. Anak akan susah diajak belajar ketika ia sudah sibuk main HP. 


3. Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan 
Bisa dengan menciptakan permainan yang bisa dijadikan sebagai cara untuk belajar anak, sehingga ketika anak jenuh bisa kembali refresh.

 4. Jangan berhenti berdo’a
Doa ayah dan ibu sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anaknya. Jika ingin anak kita menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah anak-anak kita. Karena doa ortu  adalah doa yang mudah diijabahi

Contoh Do'a yang dibaca Nabi Ibrahim ‘alaihis salaam

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.”
(QS. Ibrahim: 40)

رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الأَصْنَامَ

“Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.”
(QS. Ibrahim: 35)

dan sifat ‘ibadurrahman (hamba Allah) yang berdoa,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Dan orang-orang yang berkata: “Ya Tuhan Kami, anugrahkanlah kepada kami, isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al Furqan: 74)