SDU DAAR EL-DZIKIR

Sekolah Islami Yang Unggul Dalam Kualitas dan Berprestasi. Mewujudkan generasi Qur'ani yang sholih, cerdas mandiri.

http://3.bp.blogspot.com/-z5c_LmEQir0/WeqW2TpB6WI/AAAAAAAACl4/KdIjQgpv2fQ2Fjal-78dfdT4SgdFFVD7QCK4BGAYYCw/s1600/banner.jpg

Kamis, 17 September 2015

KELAS 6 | MODEL PEMBELAJARAN MAKE AND MATCH

Model pembelajaran make and match adalah sistem pembelajaran yang mengutamakan penanaman kemampuan sosial terutama kemampuan bekerja sama, kemampuan berinteraksi disamping kemampuan berpikir cepat melalui permainan mencari pasangan dengan dibantu kartu (Wahab, 2007 : 59). 

Metode make a match atau mencari pasangan merupakan alternatif yang dapat diterapkan kepada siswa. Penerapan metode ini dimulai dari teknik yaitu siswa disuruh mencari pasangan kartu yang merupakan jawaban/soal sebelum batas waktunya, siswa yang dapat mencocokkan kartunya diberi poin. Teknik metode pembelajaran make a match atau mencari pasangan dikembangkan oleh Lorna Curran (1994). 

Salah satu keunggulan tehnik ini adalah siswa mencari pasangan sambil belajar mengenai suatu konsep atau topik dalam suasana yang menyenangkan.

Suyatno (2009 : 72) mengungkapkan bahwa model make and match adalah model pembelajaran dimana guru menyiapkan kartu yang berisi soal atau permasalahan dan menyiapkan kartu jawaban kemudian siswa mencari pasangan kartunya. 

Model pembelajaran make and match merupakan bagian dari pembelajaran kooperatif. Model pembelajaran kooperatif didasarkan atas falsafah homo homini socius, falsafah ini menekankan bahwa manusia adalah mahluk sosial (Lie, 2003:27). Model make and match melatih siswa untuk memiliki sikap sosial yang baik dan melatih kemampuan siswa dalam bekerja sama disamping melatih kecepatan berfikir siswa.

Model pembelajaran make and match adalah salah satu model pembelajaran yang berorientasi pada permainan. Menurut Suyatno (2009 : 102).

Prinsip-prinsip model make and match antara lain :
a) Anak belajar melalui berbuat
b) Anak belajar melalui panca indera
c) Anak belajar melalui bahas
d) Anak belajar melalui bergerak

Tujuan dari pembelajaran dengan model make and match adalah untuk melatih peserta didik agar lebih cermat dan lebih kuat pemahamannya terhadap suatu materi pokok (Fachrudin, 2009 : 168). Siswa dilatih berpikir cepat dan menghafal cepat sambil menganalisis dan berinteraksi sosial.

Menurut Benny (2009 : 1001), sebelum guru menggunakanan model make and match guru harus mempertimbangkan : (1) indikator yang ingin dicapai (2)kondisi kelas yang meliputi jumlah siswa dan efektifitas ruangan (3) alokasi waktu yang akan digunakan dan waktu persiapan. Pertimbangan diatas sangat diperlukan karena modelmake and match tidak efektif apabila digunakan pada kelas yang jumlah siswanya diatas 40 dengan kondisi ruang kelas yang sempit. Sebab dalam pelaksanaan pembelajaran, make and match, kelas akan menjadi gaduh dan ramai. Hal ini wajar asalkan guru dapat mengendalikannya.

Dalam mengembangkan dan melaksanakan model Make and Match, menurut Suyatno (2009 : 42) guru seharusnya mengembangkan hubungan baik dengan siswa dengan cara :
a) Perlakukan siswa sebagai manusia yang sederajat
b) Ketahuilah apa yang disukai siswa, cara pikir mereka dan perasaan mereka
c) Bayangkan apa yang akan mereka katakan mengenai diri sendiri dan guru
d) Ketahuilah hambatan-hambatan siswa
e) Berbicaralah dengan jujur dan halus
f) Bersenang-senanglah bersama mereka

Model pembelajaran make and match merupakan model yang menciptakan hubungan baik antara guru dan siswa. Guru mengajak siswa bersenang-senang dalam permainan. Kesenangan tersebut juga dapat mengenai materi dan siswa dapat belajar secara langsung maupun tidak langsung.

Langkah-langkah Model Make and Match pada Mata Pelajaran IPA Kelas 6, Materi Konduktor dan Isolator Panas

A. Standar Kompetensi 
Memahami saling hubungan antara suhu, sifat hantaran dan kegunaan benda

B. Kompetensi Dasar
Membandingkan sifat kemampuan menghantarkan panas dari berbagai benda

C. Tujuan Pembelajaran**: 
Siswa dapat  Memahami peta konsep tentang benda
Siswa dapat  Memahami sifat-sifat benda yang berhubungan dengan panas yang diterima benda tersebut.
Siswa dapat  Membedakan sifat benda konduktor dan isolator panas
Siswa dapat  Menjawab soal pada lembar kegiatan
Siswa dapat  Memahami peta konsep tentang benda
Siswa dapat  Menyebutkan beberapa benda yang tergolong konduktor
Siswa dapat  Menyebutkan beberapa benda yang tergolong isolator 

D. Materi Essensial

Benda konduktor dan isolator panas 

Langkah-langkah penerapan model make and match adalah sebagai berikut:

a) Guru menyiapkan beberapa kartu yang berisi benda-benda yang termasuk konduktor dan isolator panas, serta alat-alat rumah tangga yang menggunakan prinsip konduktor dan isolator panas.

  

b) Guru menempelkan Kartu Konduktor dan isolator panas di papan tulis.

c) Setiap siswa mengambil 1 kartu yang telah disediakan oleh guru secara acak.


d) Tiap siswa memikirkan kartu yang dipegang termasuk konduktor atau isolator panas.

e) Siswa dipanggil satu persatu secara acak dan menempelkan kartu yang dipegang di papan tulis. Misalnya: kalau siswa memegang besi, maka siswa tersebut menempel di bagian konduktor panas, jika siswa tersebut memegang kartu karet maka menempelkan di bagian isolator.


f) Setiap siswa yang dapat mencocokkan kartunya sebelum batas waktu diberi poin.

g) Jika siswa tidak dapat mencocokkan kartunya (akan mendapatkan hukuman, yang telah disepakati bersama.

h) Guru bersama-sama dengan siswa membuat kesimpulan terhadap materi pelajaran.

Waktu minimal 2 x 30 menit. Sebab model ini membutuhkan waktu lebih untuk permainan mencocokkan kartu dan membahasnya satu persatu dan menarik kesimpulan. Persiapan yang perlu dilaksanakan untuk pembelajaran make and match harus cukup karena harus membuat kartu yang berbeda dan ditempel sebanyak jumlah siswa.


Suwindar, S.Pd