SDU DAAR EL-DZIKIR

Sekolah Islami Yang Unggul Dalam Kualitas dan Berprestasi. Mewujudkan generasi Qur'ani yang sholih, cerdas mandiri.

http://3.bp.blogspot.com/-z5c_LmEQir0/WeqW2TpB6WI/AAAAAAAACl4/KdIjQgpv2fQ2Fjal-78dfdT4SgdFFVD7QCK4BGAYYCw/s1600/banner.jpg

Minggu, 13 September 2015

KELAS 3A| PENERAPAN METODE MAKE AND MATCH PADA PELAJARAN IPS


IPS merupakan salah satu mata pelajaran dengan banyak teori. Siswa kadang merasa bosan dan mengantuk dalam belajar ilmu pengetahuan sosial ini, apalagi bila jadwal pelajaran IPS berada di jam-jam siang hari. Oleh karena itu guru dituntut untuk menggunakan metode yang kreatif untuk menarik minat belajar siswa terhadap pelajaran IPS. Misalnya, dalam materi Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan menggunakan metode Make and Match.

Metode Make and Match adalah suatu metose pembelajaran dimana siswa untuk memiliki kemampuan berpikir dengan cepat dan saling berinteraksi sama lain melalui suatu permainan mencari pasangan dengan bantuan sebuah kartu.

Point terpenting sebelum pembelajaran, guru menyiapkan kartu-kartu yang berisi soal dan kartu-kartu yang berisi jawaban. Kemudian tugas siswa adalah mencari pasangan kartunya. Melalui metode Make and Match siswa dapat belajar sambil bermain, bermain disini adalah mencari pasangan kartu.


Tujuan dari Metode Pembelajaran Make and Match yaitu siswa diharapkan lebih memahami materi Lingkungan Alam dan Lingkungan Buatan, karena siswa tidak hanya belajar dari mendengar dan melihat namun juga dituntut untuk bergerak dan berbuat.

Langkah-langkah Pembelajaran menggunakan metode Make and Match yaitu:
1. Guru menyiapkan 3 Kartu soal sebagai post, setiap post berisi beberapa kartu jawaban.
Post pertama: lingkungan Lingkungan Alam Daratan (terdiri dari 7 kartu jawaban, yaitu pantai, dataran tinggi, ataran rendah, pegunungan, gunung, hutan, lembah/ngarai)
Post kedua : Lingkungan Alam Perairan (terdiri dari 4 kartu jawaban, yaitu danau, rawa, sungai, laut)
Post ketiga : Lingkungan Buatan (terdiri dari 10 kartu jawaban, yaitu bangunan sekolah, pasar, jalan tol, taman, sawah, dll)
Kartu Soal

2. Guru menempelkan ketiga kartu soal ditempat yang berbeda-beda. Sedangkan kartu jawaban dipersiapkan diatas meja untuk diambil siswa.

3. Permainan ini dibagi menjadi dua sesi, dimana permainan pertama dilakukan oleh siswa putri dan dilanjutkan oleh siswa putra. Hal ini dikarenakan jumlah siswa harus disesuaikan dengan kondisi kelas dan efektifitas pembelajaran.
4. Semua siswa maju ke depan berjejer melingkari meja yang berisi kartu-kartu jawaban. Setelah hitungan ketiga siswa saling berebut mengambil kartu jawaban. 

Siswa berjejer melingkari meja

5. Setiap siswa dituntut untuk berpikir dengan cepat dan menentukan kartu kartu soal untuk dipasangkan dengan kartu jawaban yang dipegangnya.
6. Siswa-siswa lalu berlari menuju kartu soal yang tertempel ditembok yang cocok dengan kartu jawaban yang dipegangnya. Misalnya : pemegang kartu yang bertuliskan "Danau" akan lari menuju kartu soal yang bertuliskan "lingkungan alam perairan" yang tertempel di tembok.


7. Setiap siswa yang salah dalam menentukan pasangan kartu jawaban yang dipegangnya dengan kartu soal yang cocok, maka dinyatakan gugur dan tidak boleh mengikuti permainan kembali. Begitu juga siswa yang sampai di post kartu soal paling terakhir juga dinyatakan gugur.
8. Setelah satu babak, kartu diacak lagi agar siswa yang masih bertahan mendapatkan kartu yang berbeda dari sebelumnya, demikian seterusnya sehingga diperoleh satu pemenang yang bertahan sampai akhir permainan. Pemenang permainan berhak mendapatkan reward.


Manfaat metode Make and Match bagi anak didik adalah sebagai berikut:
  • Siswa belajar menggunakan panca indranya dengan baik terutama mata, setelah siswa berebut mengambil kartu jawaban di meja siswa harus melihat dan membaca isi kartu. 
  • Siswa dituntut untuk berpikir dengan cepat dimana siswa harus langsung berlari dengan cepat menuju post (tempat kartu soal ditempelkan). Jika konsentrasi siswa berkurang maka siswa akan berlari menuju post yang salah.


Singkatnya dengan Metode Make a Match siswa-siswa belajar melalui pancaindra (mata), Otak (berpikir dengan cepat), dan Otot ( Bergerak/berlari).
Semoga dengan belajar menggumakan metode Make and Match siswa lebih memahami materi lingkungan Alam daratan, lingkungan alam perairan, dan Lingkungan buatan. Tidak hanya mendengarkan teori-teori dari guru yang menbuat mengantuk namun siswa mendaparkan suatu kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

Walas 3A: Leni Maryati, S.Pd